Browse By

8 Tahap Menghilangkan Kebiasaan Buruk Pacar

8-Tahap-Menghilangkan-Kebiasaan-Buruk-Pacar-1Semua orang tentu saja punya kebiasaan buruk. Mulai dari yang sederhana seperti kebiasaan sendawa di depan umum, kebiasaan yang rada annoying seperti nempel upil di bawah meja sekolah, sampai kebiasaan aneh bin ajaib seperti kencing di depan pintu elevator mall (emang ada?). Pada intinya, semua orang punya kebiasaan buruk, termasuk si ‘mahkluk sempurna’ yang saat ini sedang menggandeng title ‘pacar’ kamu.

Mungkin di awal hubungan tidak ada satupun kebiasaan aneh yang dilakukan pacar kamu. Semua yang dia lakukan kelihatannya cantik, anggun, jantan, macho, tergantung kelaminnya. Tapi seiring berlanjutnya hubungan, si doi mulai memperlihatkan gelagat aneh. Si doi mulai menunjukkan kebiasaan buruk yang bukan cuma tidak bisa ditoleransi, tapi juga bisa menyakiti dirinya sendiri atau bahkan kamu nantinya.

Kebiasaan buruk yang saya bicarakan tentu bukan kebiasaan buruk konyol seperti yang saya sebutkan di paragraf pertama. Kebiasaan buruk yang saya maksud seperti kebiasaan dugem, kebiasaan ngamuk, atau bahkan kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan kecanduan barang-barang / aktivitas adiktif. Kamu mulai terperosok ke dalam dilemma: mau cuek tapi kamu gak tega melihat si doi menyakiti diri sendiri, tapi mau pro-aktif takutnya si doi malah ngamuk.

Ini adalah dilemma yang masuk akal, karena menghilangkan kebiasaan buruk bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Berusaha menghilangkan kebiasaan buruk orang lain biasanya akan berujung pertengkaran yang bisa aja berakhir tukar-tukaran tendangan putar…

Nah, di artikel ini akan saya berikan 8 tahap yang bisa kamu lakukan untuk menangani situasi seperti ini dalam hubungan percintaan kamu. Dengan 8 tahap ini kamu bisa menghilangkan kebiasaan buruk pacar kamu yang parah tanpa harus cekcok apalagi saling bacok. Tanpa basa dan basi lagi, kita langsung lompat ke langkah pertama.

1. Samakan Definisi Kebiasaan Buruk

Bicara masalah kebiasaan buruk si doi, kamu harus menyamakan definisi dulu dengan orang-orang di sekitar kamu. Mungkin teman atau keluarga. Karena apa buruk itu berbeda-beda menurut masing-masing orang. Sesuatu yang buruk buat kamu belum tentu buruk bagi orang lain. Sama halnya kebiasaan yang menurut kamu buruk, belum tentu dianggap kebiasaan yang buruk bagi orang lain. Jadi pastikan dulu kamu bukan satu-satunya orang yang menganggap kebiasaan yang dimiliki pacar kamu itu adalah kebiasaan buruk.

Poin yang pertama ini tentu hanya bisa diaplikasikan pada beberapa bentuk kebiasaan buruk kecil yang masih bisa ditoleransi. Misalnya kebiasaan sendawa di depan umum, kebiasaan nempel upil di bawah meja atau apapun itu. Tapi memang ada kebiasaan-kebiasaan yang monyet jungkir pun tau kalau ini kebiasaan buruk. Misalnya kebiasaan-kebiasaan yang berhubungan dengan obat-obatan. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini sudah jelas kebiasaan buruk yang tidak lagi bisa ditawar-tawar.

2. Seberapa Merugikan Sih Kebiasaan Buruknya?

Salah satu syarat sebuah kebiasaan disebut kebiasaan buruk adalah memiliki dampak buruk yang merugikan. Ada juga kebiasaan-kebiasaan yang memang annoying dan mengganggu orang di sekitar, misalnya kebiasaan menggonggong saat tidur siang (emang ada?). Tapi kebiasaan-kebiasaan yang sedikit mengganggu pun masih dapat ditoleransi selama tidak menimbulkan kerugian besar bagi dirinya sendiri atau orang lain. Nah, seberapa besar kerugina yang disebabkan oleh kebiasaan buruk pacar kamu adalah salah satu hal yang perlu kamu pastikan terlebih dulu sebelum berusaha menghilangkannya.

Kenapa?

Tidak semua orang bisa merespon dengan biasa ketika orang lain berusaha menghilangkan kebiasaannya. Kebanyakan orang akan merespon ini dengan negatif tentunya. Saat kamu nantinya mengungkapkan keinginan kamu untuk membantu si doi menghilangkan kebiasaan buruknya, tentu saja ada kemungkinan cekcok yang bakal terjadi. Nah, apakah kebiasaan pacar kamu memang sudah cukup merugikan sampai kamu harus mengambil risiko ini?

Kalau kebiasaan buruk pacar kamu adalah sesuatu yang masih tergolong lumrah dan bisa ditoleransi, saya tidak menyarankan kamu memaksakan diri untuk tetap berusaha menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Menghilangkan sebuah kebiasaan itu tidak mudah, apalagi jika yang bersangkutan memang tidak ada niat untuk menghilangkannya. Kalau kamu tetap memaksakan diri melakukan ini, kamu bisa kelihatan car-cari masalah dan ini bahkan bisa jadi penyebab pertengkaran yang bisa berujung putus.

3. Pelajari Kecenderungannya

Kalau memang kebiasaan buruk pacar kamu itu sudah cukup merugikan dan patut untuk dihilangkan demi kebaikan dia sendiri, sudah saatnya kamu membulatkan tekad untuk membantu si doi menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Tapi tetap ingat bahwa usaha kamu ini bisa saja jadi boomerang nantinya. Tidak ada jaminan si doi bisa menanggapi keinginan kamu itu dengan baik-baik. Jadi bulatkan tekad dan siapkan diri untuk menerima risikonya.

Tapi kalaupun tekad kamu sudah bulat, jangan langsung buru-buru membicarakan ini dengan si doi. Kamu masih harus mempelajari beberapa hal tentang kebiasaan buruk tersebut biar saat pembicaraan nanti kamu lakukan, kamu juga sudah siap dengan penjelasan yang matang beserta solusinya.

Hal yang pertama yang harus kamu pelajari dari kebiasaan buruk si doi adalah kecenderungannya. Perhatikan kapan biasanya si doi melakukan kebiasaan buruknya itu. Apakah pada saat si doi sedang tidak sibuk? Apakah pada saat si doi sedang nervous? Apakah saat si doi sedang depresi karena tekanan pekerjaan atau sekolah? Atau apakah si doi memang cenderung memilih melakukan kebiasaan buruknya ketimbang melakukan hal lain yang lebih produktif?

Dengan melihat kecenderungan-kecenderungan ini, kamu bisa menilai seberapa besar frekuensi dan ketergantungan pacar kamu terhadap kebiasaan buruknya itu. Dari sini kamu sudah bisa mencari-cari solusi yang tepat untuk mengatasi kebiasaan buruk pacar kamu dengan melihat semua kecenderungannya.

4. Pelajari Penyebabnya

Semua hal yang terjadi di permukaan bumi kita ini adalah rangkaian dari sebab dan akibat (daleeeem). Biar saya sederhanakan kalimat saya karena jujur aja saya sendiri kurang ngerti apa maksud saya tadi (hehe).

Maksud saya, semua hal terjadi pasti ada penyebabnya. Ya, semua hal termasuk kebiasaan buruk pacar kamu itu, apapun bentuknya. Misalnya, banyak orang yang kebiasaan dugem karena merasa bisa mendapatkan kesenangan dari situ untuk menutupi kurangnya perhatian yang didapatkan dari keluarga atau orangtua. Ada juga orang-orang yang kebiasaan dengan penggunaan obat-obat terlarang sebagai pelarian dari depresinya. Dan ada juga orang-orang yang hobinya ngamuk-ngamuk karena pernah mendapatkan perlakukan kasar yang traumatis semasa kecilnya secara berulang-ulang. Apapun kebiasaan buruk pacar kamu, penyebab-penyebab seperti inilah yang harus kamu cari tahu dulu.

Ini penting karena dengan mengetahui penyebabnya kamu bisa mencari solusi menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dengan lebih mudah. Kalau kamu sudah mengenal kebiasaan buruk pacar kamu itu mulai dari kecenderungan sampai kepada penyababnya, ini akan bisa membuat si doi lebih terbuka saat nanti kamu mulai membicarakannya langsung, yang mana akan kita lakukan di poin berikutnya.

5. Mulai Bicarakan Dengan Pacar

Menghilangkan kebiasaan itu tidak mudah, apalagi menghilangkan kebiasaan buruk. Ini karena kebanyakan kebiasaan buruk adalah jalan keluar pintas terhadap sesuatu yang tidak ingin dihadapi oleh seseorang. Beberapa kebiasaan buruk memberikan ketenangan kepada si pelakunya dan menghilangkan kebiasaan buruk ini seperti merenggut sesuatu yang berharga dari mereka.

Jadi mengungkapkan keinginan kamu untuk membantu si doi menghilangkan kebiasaan buruknya bukanlah sesuatu yang mudah. Berikan penjelasan tentang kebiasaan buruknya itu, mulai dari dampaknya terhadap diri dia sendiri, sampai kepada kecenderungan dan penyebab yang sudah kamu pelajari tadi. Buat si doi tau bahwa kamu betul-betul memperhatikan kebiasaan buruknya tersebut. Berikan alasan yang masuk akal untuk menghilangkan kebiasaan buruknya dan beri tahu si doi bahwa kamu siap melakukan apapun untuk membantunya.

Berikan semua solusi menghilangkan kebiasaan buruk tersebut yang sudah kamu simpulkan dari kecenderungan dan penyebabnya. Apapun kebiasaan buruk tersebut, pastikan si doi tau bahwa kebiasaan tersebut bisa dihilangkan selama si doi juga punya keinginan yang kuat untuk melakukannya. Berhasil tidaknya pembicaraan ini sangat bergantung pada kemampuan komunikasi kamu dengan si doi. Jadi persiapkan presentasi kamu dari jauh-jauh hari.

Ketika kamu mulai membicarakan kebiasaan buruk ini, si doi otomatis juga akan mulai bersifat defensive. Kamu tentunya harus lebih bersikap sabar pada titik ini, karena pembicaraan ini sangat rawan pertengkaran ketika kedua belah pihak tidak berusaha dewasa. Kalau si doi menolak membicarakan kebiasaan buruknya, berikan waktu untuk si doi sebelum kamu mengangkat topik yang sama lagi.

6. Berikan Solusi Masuk Akal

Kebanyakan orang tidak pernah berharap bisa menghilangkan kebiasaan buruknya karena tidak adanya solusi yang cukup masuk akal yang bisa mereka temukan. Semakin parah kebiasaan buruknya, semakin sedikit solusi yang mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Dalam kasus-kasus yang parah, menghilangkan kebiasaan buruk terpaksa harus melibatkan psikiater, rehabilitasi atau mungkin perawatan intensif. Ini yang membuat mereka berpikir lebih baik terus memelihara kebiasaan buruknya itu ketimbang harus melalui semua kerepotan tersebut cuma untuk menghilangkannya.

Jadi untuk meyakinkan si doi, kamu harus bisa memberikan solusi-solusi yang masuk akal untuk menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut. Solusi-solusi inilah yang nantinya bisa memberikan harapan kepada si doi dan menumbuhkan keinginan untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu sendiri. Karena sebaik apapun solusi yang diberikan tidak akan bisa berhasil jika tidak ada keinginan dari dalam diri si doi sendiri.

Ingat bahwa pacar kamu sendirilah yang harus memilih solusi yang tepat untuk dirinya sendiri. Tugas kamu adalah memberikan pilihan solusi-solusi tersebut tapi keputusan hanya ada di tangan si doi sendiri. Jangan paksakan solusi yang menurut kamu paling baik. Kamu apapun solusi yang dipilih nanti dan seberapa besar pun dukungan kamu, si doi akan menjalani prosesnya sendirian.

7. Lakukan Rehabilitasi Hanya Jika Dibutuhkan

Beberapa kebiasaan buruk yang berhubungan dengan kecanduan terhadap sesuatu memang harus diakhiri dengan terapi atau bahkan rehabilitasi. Tapi tidak selamanya kecanduan terhadap sesuatu harus ditangani dengan cara yang sama. Tergantung dari tingkat kecanduannya, terkadang keinginan yang besar dari dalam diri juga sudah cukup untuk bisa menghilangkan kecanduan terhadap kebiasaan buruk tersebut.

Masalahnya, terapi di pusat rehabilitasi bukan sebuah proses yang menyenangkan. Para pasien harus berjuang melawan ketergantungannya di dalam lokasi yang diisolasi dan hanya berisi perawat yang selalu buru-buru pulang dan pasien-pasien lain yang juga sama kepayahannya melawan ketergantungan. Dalam proses ini, banyak pasien terapi malah terjerumus ke dalam jurang depresi apalagi jika pemilihan tempat rehabilitasinya ngasal karena kendala finansial misalnya.

Jadi di antara pilihan solusi yang kamu berikan, jadikan terapi dan rehabilitasi sebagai pilihan atau opsi terakhir.

8. Minta Bantuan Keluarga dan Sahabat

Kata orang-orang, cinta bisa menaklukkan semua bentuk rintangan. Memang benar, tapi hanya kalau diaplikasikan di sinetron Korea menggelikan atau drama India yang diulang-ulang. Dalam persoalan menghilangkan kebiasaan buruk pacar kamu, terkadang kedekatan kalian berdua saja tidak cukup tergantung dari seberapa parah kebiasaan buruk yang sedang berusaha dihilangkan.

Terutama ketika kita bicara soal kebiasaan buruk yang berhubungan dengan kecanduan obat-obatan atau minuman yang parah, dukungan dari seorang pacar saja tidak cukup. Sebanyak-banyak dukungan dari anggota keluarga dan sahabat akan semakin mempermudah si doi melewati masa krisisnya dalam terapi. Jadi jangan ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabat si doi, karena ini akan mempermudah dan mempercepat proses menghilangkan kebiasaan buruk pacar kamu.

Tapi ingat.

Kamu mungkin sudah melakukan 8 tahap di atas sesempurna yang kamu bisa. Tapi karakter setiap orang berbeda-beda, itu kenapa reaksi orang-orang terhadap 8 tahap ini juga akan berbeda-beda tergantung dari separah apa ketergantungan pacar kamu terhadap kebiasaan buruknya itu. Di setiap tahapan di atas selalu ada kemungkinan gagal yang bisa terjadi. Di setiap kegagalan yang akan kamu temukan dalam proses ini, selalu ingat bahwa kamu punya 2 pilihan: tetap berusaha menghilangkan kebiasaan buruk si doi atau minta putus dan menyerahkan tanggungjawab tersebut ke orang yang lebih peduli.

Karena seberapa besarpun rasa sayang dan usaha kamu, kebiasaan buruk tidak akan bisa dihilangkan tanpa keinginan dari dalam diri sendiri. Sementara mentoleransi kebiasaan buruk pacar yang sudah parah juga akhirnya akan melukai diri kamu sendiri. Ingat bahwa kamu selalu berhak untuk mendapatkan yang lebih baik ketimbang membanting tulang untuk memperbaiki pacar yang tidak mau diperbaiki. Jadi putuskan lah dengan bijak cuy.

Admin cakep, out!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *