Browse By

15 Tipe Pacar yang Pantas Dijadikan Calon Istri

15 Tipe Pacar yang Pantas Dijadikan Calon Istri1Tidak semua pacar pantas dijadikan istri. Karena ketika berbicara soal pernikahan, kita berbicara soal sebuah komitmen seumur hidup yang akan kamu lalui dengan menjemukannya bersama satu orang yang sama sampai mati nanti. Ini komitmen yang berat, bro. Karena dari itu, seorang istri seharusnya adalah seorang yang spesial dengan kualitas yang spesial pula.

Kenapa ini penting untuk dibahas?

Pernikahan adalah persoalan yang serius, bro. Salah pilih pasangan bisa jadi neraka dunia yang berakhir dengan perceraian tragis yang menghasilkan anak-anak terlantar yang kelak jadi pelaku bom bunuh diri di tempat wisata karena kurang pengawasan dan bimbingan orangtua (kok spesifik amat yak?).

Pacar kamu saat ini mungkin sudah cinta mati. Dan mungkin juga sudah banyak tanda-tanda bahwa cewek kamu serius berhubungan. Tapi sayangnya, kalau kita berbicara realistis dan mengesampingkan perasaan, keseriusan saja tidak cukup untuk menunjang langgengnya sebuah pernikahan. Cewek yang akan menjadi calon istri kamu harus memiliki beberapa kualitas, yang mana akan kita bahas dengan serius dalam artikel ini.

Pada dasarnya, ada 15 kriteria pacar yang pantas dijadikan calon pendamping hidup selamanya. Semakin banyak kriteria ini termasuk dalam pribadi pacar kamu, semakin pantas si doi untuk dijadikan pendamping. Baca setiap poinnya dengan seksama dan pastikan kamu sampai di poin ke 15, yang mana adalah poin wajib yang harus dimiliki pacar kamu untuk bisa disebut calon istri.

Tanpa basa dan basi lagi, kita langsung lompat aja ke poin pertama.

1. Pintar dan Cerdas

Poin pertama dan menurut saya terpenting, adalah pacar yang punya intelejensi di atas rata-rata. Pintar, cerdas dan berwawasan luas. Ini penting bung, karena pernikahan nantinya adalah sebuah beban hidup dan kamu butuh pendamping yang setidaknya bisa nyambung diajak ngobrol soal visi masa depan.

Bukan cuma itu. Walaupun sebagai cowok kamu bakal jadi pengambil keputusan tunggal dalam keluarga, tapi keputusan-keputusan yang kamu buat tidak akan terlepas dari diskusi dengan sang istri. Jadinya, calon istri kamu harus bisa memberikan pertimbangan yang berbobot dan ini tidak akan bisa doi lakukan dengan kecerdasan setingkat Anoa (maaf aja nih).

Mungkin sudah saatnya kamu mulai meyakini emansipasi, bahwa wanita dan pendidikan bukan sebuah kombinasi terlarang. Biarkan pacar kamu meraih pendidikan setinggi mungkin, selama yang doi kejar adalah ilmunya dan bukan sekedar kebanggaan palsu yang didapatkan dari gelarnya.

2. Anti Kebohongan

Saya sudah mengatakan ini berjuta-juta kali di berjuta-juta artikel yang pernah saya tulis sebelumnya (lebay!). Kejujuran adalah fondasi dari sebuah hubungan, apapun itu. Mulai dari hubungan dengan teman, sahabat, peliharaan (heh?) apalagi dengan pacar.

Sebagai cowok, mungkin kamu meyakini konsep ‘kebohongan demi kebaikan’, misalnya bohong sama pacar bahwa kamu tidak selingkuh biar si doi gak sakit hati (heh?). Tapi intinya, pacar yang pantas kamu jadikan calon pendamping hidup alias istri adalah pacar yang anti dengan kebohongan alias gak pernah bohong.

Kenapa? Karena kebohongan sebenarnya tidak menjadi masalah selama tidak ketahuan. Tapi saat ketahuan, kebohongan tadi baru bisa menyebabkan sakit hati yang berbuntut pada pertengkaran atau mungkin tawuran lokal. Dalam rumahtangga, sangat susah untuk menutupi kebohongan dari pasangan (wong tinggal serumah kok). Jadinya, istri atau suami yang sudah terbiasa bohong akan sering saling menyakiti satu sama lain karena keduanya tidak sanggup menutupi kebohongan.

Hubungan pacaran yang dilandasi kebohongan mungkin masih bisa bertahan lama, tapi tidak dengan pernikahan.

3. Tidak Manja

Salah satu tipe pacar yang baik dijadikan calon istri adalah pacar yang tidak manja. Manja yang saya maksud disini bukan pacar yang biasa berbisik mesra sambil ngelus-ngelus selangkangan. Manja seperti ini tidak jadi masalah kok, malah saya sarankan sebenarnya (hehe). Manja yang saya maksud disini adalah ketergantungan berlebihan terhadap orang lain.

Keluar harus ditemani, ngurus ini dan itu harus didampingi, pergi harus diantar dan pulang harus dijemput. Pacar seperti itu cocoknya cuma jadi jailangkung, bukan istri. Karena saat kamu nantinya bekerja keras membanting tulang mengais nafkah untuk keluarga, si istri harus bisa dengan independen mengurus kebutuhan rumah tangga dan anak-anak. Istri yang sudah terbiasa manja tidak akan bisa mengemban tanggungjawab ini dengan topcer.

4. Bersifat Keibuan

Namanya juga calon istri, ya berarti calon Ibu. Nah, untuk memilih calon Ibu untuk anak-anak kamu nantinya, tentunya harus cewek yang punya sifat keibuan, bukan sifat ke-model-an. Punya sifat keibuan berarti punya rasa iba yang besar, punya rasa sayang yang spesial buat anak-anak kecil dan kesediaan berkorban buat mereka.

Anak-anak kecil adalah mahkluk yang lebih annoying ketimbang lalat kumbang. Kesabaran menghadapi anak-anak dalam waktu yang lama tidak dimiliki semua orang, bahkan cewek sekalipun. Kalau pacar kamu sering menghabiskan waktu berjam-jam menjaga kemenakannnya yang masih balita dan masih bisa tersenyum riang setelahnya, langsung aja stempel jidatnya dengan tag ‘calon istriku’.

5. Pembersih

Saya sudah sering melihat kerabat-kerabat saya yang menikahi cewek yang maaf, kurang bersih. Maka dari itu saya berani menjamin bahwa kebanyakan cowok tidak akan nyaman dengan istri yang standar kebersihannya rendah. Ini karena rumah adalah surga dimana suami seharusnya mendapatkan ketenangan pasca berkuli mencari nafkah. Dan kebersihan serta kerapihan surga ini cuma dijaga oleh satu orang yang kebetulan adalah si istri.

Kalau mulai dari garasi, ruang keluarga sampai kamar tidur kamu sama joroknya dan berantakannya dengan meja kerja kamu di kantor, rasanya ‘surga’ itu juga nantinya yang bakal jadi tempat kamu nenggak baygon cair karena depresi.

6. Anak Rumahan

Pada umumnya, suami bertanggungjawab memberikan penghidupan yang layak dengan menjadi budak seorang pengusaha bermata sipit di luar sana (hahai!). Dan istri bertanggungjawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan rumahtangga sampai anak-anak. Lalu bagaimana kalau si istri yang bertanggungjawab soal kebutuhan rumahtangga lebih sering ngerumpi di kafe atau mall?

Pacar yang layak dijadikan istri adalah pacar yang sudah terbiasa menghabiskan waktu di rumah. Karena di rumah lah tanggungjawab seorang istri berada. Kalau pacar kamu seorang cewek yang rumahan, selamat bro, kamu sudah berada di jalur yang tepat. Pertahanken, kopral!

7. Pengertian

Apalah artinya cinta tanpa pengertian (cieeeeh)? Cowok dan cewek pada dasarnya adalah mahkluk yang berbeda. Bukan cuma kelaminnya, tapi juga cara berpikir dan kadar emosionalnya juga berbeda. Dan serius, pengertian adalah satu-satunya hal yang bisa membuat perbedaan-perbedaan tersebut menjadi sesuatu yang bisa digunakan untuk saling mengisi satu sama lain, bukan malah jadi pertentangan (wuih dalem yak?).

Pacar yang cocok dijadikan calon istri adalah pacar yang mengerti kamu yang berbeda dalam soal pergaulan, cara berpikir dan mengambil keputusan. Karena tanpa pengertian ini nantinya, pernikahan kamu cuma bakal diisi pertengkaran-pertengkaran tidak perlu cuma karena berbeda.

8. Perhatian

Faktanya, akan datang hari dimana kamu bekerja terlalu keras sampai tidak lagi bisa menangani kebutuhan kamu sendiri. Disinilah peran sang istri yang memastikan semua kebutuhan kamu sudah siap biar kamu bisa fokus memperkaya si pemilik perusahaan tempat kamu membabu. Dan ini tidak akan bisa dipenuhi sang istri kalau pada dasarnya si doi memang bukan cewek yang perhatian.

Mungkin cewek yang cuek adalah cewek yang asyik diajak pacaran karena misterius dan bikin penasaran. Tapi sayangnya bro, mereka bukan jenis cewek yang cocok dijadikan pendamping hidup karena istri yang cuek itu tidak lagi misterius, tapi sudah bikin eneg.

9. Sabar

Kebanyakan cowok punya karakter yang keras pada dasarnya. Tentunya karakter ini memang dibutuhkan sebagai sosok tunggal yang bertanggungjawab penuh terhadap keamanan semua anggota keluarga. Ditambah lagi dengan tekanan pekerjaan dan beban finansial di pundak, wajar aja kalau suami itu emosian.

Dan untuk menyeimbangi ini, kamu tidak butuh istri yang justru lebih emosian daripada kamu. Kamu butuh istri yang bisa bersabar saat kamu sedang meledak dan bisa bepikir dengan kepala dingin saat kamu lagi mendidih. Pastikan dapat pacar yang penyebar karena pacar penyebar adalah calon pendamping hidup yang tidak cuma tepat, tapi juga sudah langka.

10. Komunikatif

Komunikatif bukan cuma kualitas yang perlu ditambahkan ke CV kamus saat melamar kerja. Komunikatif juga adalah kriteria yang wajib ada pada calon istri kamu. Karena satu-satunya cara menyelesaikan SEMUA bentuk masalah adalah komunikasi.

Masalahnya, cewek-cewek kebanyakan lebih sering berusaha menyelesaikan masalah dengan ngambek. Entah mereka berharap kamu bisa membaca pikiran atau berharap kamu sudah pernah kursus kilat telepati. Pacar yang suka ngambek mungkin masih bisa dihadapi, tapi istri yang suka ngambek bukan lagi sesuatu yang bisa ditoleransi. Dengan semua beban tanggungjawab sebagai kepala keluarga dan orangtua, tidak ada lagi waktu untuk membujuk istri ngambek sebelum menyelesaikan masalah.

Kalau pacar kamu suka ngambek, baca artikel ini untuk bisa menghadapinya dengan cerdas:

10 Hal yang Bikin Cewek Kamu Ngambek

11. Bersedia Susah

Ingat, disini kata kuncinya adalah ‘pacar yang bersedia susah’, BUKAN ‘pacar yang terbiasa susah’. Banyak orang berpikir, cewek yang sudah terbiasa susah tidak bakal banyak komplain kalau nantinya sang suami kurang beruntung dalam pekerjaannya. Sementara mereka cewek yang dulunya hidup senang terus tidak akan terbiasa menghadapi kesusahan dalam rumahtangga nantinya. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Tidak semua cewek yang dulunya susah, masih mau hidup susah setelah menikah nanti. Justru lebih banyak cewek yang bertekad untuk tidak lagi hidup susah pasca menikah. Dan karena itu mereka mencari pacar cuma dengan tujuan untuk memanfaatkan.

Jadi jangan semata-mata mencari pacar yang sudah terbiasa susah bro, karena itu bukan barometernya. Carilah pacar yang siap untuk hidup susah di masa depan bersama kamu. Dan cewek seperti ini tidak harus selalu datang dari latarbelakang yang tidak mampu.

Oh ya, biar tidak terjebak cewek-cewek yang cuma mau memanfaatkan kamu dalam pacaran, baca artikel ini:

12. Jago Manajemen

Saya percaya bahwa cewek memang lebih lihai dalam persoalan multitasking ketimbang cowok yang lebih lihai bengong saat ngapa-ngapain. Tapi kalaupun begitu, tidak semua cewek cukup lihai dalam multitasking untuk bisa jadi istri yang baik.

Mungkin sebagian besar tanggungjawab istri ada di dalam rumah. Tapi semua tanggungjawab ini terkadang harus dilakukan bersamaan: masak makan pagi sambil memakaikan baju sekolah anak-anak sambil menyiapkan baju kerja untuk suami sambil memisahkan keuangan untuk belanja pasar dan uang jajan masing-masing anggota keluarga. Di tulis dalam kalimat saja susah apalagi kalau harus dilakukan bersamaan. Tapi kalau pacar kamu sepertinya mampu melakukan ini semua tanpa keinginan gantung diri, doi adalah sosok yang tepat untuk dijadikan istri.

13. Bersifat Dewasa

Kalau pacar kamu adalah cewek yang kekanak-kanakan, jangan terlalu berharap pada waktu untuk membuatnya dewasa. Karena memang benar kata orang-orang bahwa tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan. Cewek yang tidak dewasa bisa aja masih jadi cewek yang tidak dewasa bahkan saat sudah nangkring di panti jompo. Jadi jangan jadikan usia sebagai acuan kedewasaan.

Pacar yang dewasa adalah kombinasi dari pacar yang pengertian, perhatian, sabar dan cerdas. Semua poin tersebut sudah saya sebutkan juga di atas sebenarnya. Mungkin pacar kamu adalah orang yang perhatian dan pengertian. Mungkin dia cerdas dan sabar. Tapi tidak banyak cowok yang bisa mendapatkan keempat-empatnya dalam satu paket. Karena cewek seperti ini adalah cewek yang langka dan ekslusif, tentunya memang siap untuk jadi istri yang terbaik. Merasa beruntunglah kisanak jika mendapatkan pacar yang seperti itu.

14. Selalu Setia

Setia aja tidak cukup bro. Pacar yang pantas dijadikan istri adalah pacar yang selalu setia. Dalam artian, tidak pernah ada satu kalipun sepanjang hubungan kamu dimana si doi menyandang predikat tidak setia.

Mungkin pacar kamu pernah selingkuh. Tapi kemudian kamu merasa selingkuhnya si doi karena kesalahan kamu sendiri. Lalu kamu memutuskan untuk memaafkan si doi. Kalau sudah begini, artinya pacar kamu sudah tidak lagi bisa menyandang title ‘pacar yang selalu setia’.

Semua orang pernah berbuat kesalahan dan semua orang pasti bisa berubah. Tapi sekali kesalahan dilakukan, ada kecenderungan untuk melakukan kesalahan yang sama lagi di masa depan. Setidaknya, kecenderungan ini membuat kemungkinan kesalahan tersebut lebih besar terjadi lagi ketimbang di orang yang sama sekali belum pernah melakukan kesalahan tersebut.

Kalau IQ tiarap kamu agak susah nangkap paragraf yang tadi (hehe peace), contoh sederhananya: lebih gampang mencuri lagi ketimbang memberanikan diri mencuri untuk pertama kali.

Untuk menghindarkan diri kamu dari musibah mendapat pacar yang suka selingkuh, baca lagi artikel ini:

15. Mau Jadi Istri Kamu

14 poin di atas bisa dibilang sedikit narsis sebenarnya. Kita sudah mengangkat 14 kriteria pacar yang cocok dijadikan calon istri, tanpa membahas apakah kita sendiri sudah pantas dijadikan suami (hahai!). Pacaran bukan cuma proses seleksi satu arah, kecuali kamu mungkin anak raja dari zaman pertengahan. Pacaran adalah proses seleksi silang antara kamu dan si doi.

Mungkin pacar kamu sekarang memiliki 14 kualitas di atas yang membuat si doi menjadi calon istri terbaik di muka bumi. Tapi pertanyaannya adalah, apakah si doi mau jadi istri kamu? Jadi kalaupun pacar kamu sudah punya 14 poin di atas, pastikan kamu bekerja keras untuk membuat si doi memiliki poin yang terakhir ini.

Untuk membantu, kamu mungkin bisa baca lagi artikel-artikel ini:

Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Admin cakep, out!

One thought on “15 Tipe Pacar yang Pantas Dijadikan Calon Istri”

  1. pipibulatgemas says:

    bagusss.. kasih tau cowo saya ahh~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *